Tarif listrik Oktober sampai Desember 2026 tidak naik. Tribun Pontianak pada 22 Oktober 2026 menulis bahwa Kementerian ESDM menetapkan tarif Triwulan IV sama dengan periode sebelumnya untuk 13 golongan nonsubsidi, dan 24 golongan bersubsidi juga tidak berubah. Keputusan itu disebut diumumkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada 30 September 2026. Kompas pada 28 Oktober menambahkan bahwa pekan 28 sampai 31 Oktober tetap tidak berubah, baik pelanggan subsidi maupun nonsubsidi. Tagihan di aplikasi PLN tetap mengalahkan tabel berita jika golongan Anda berbeda.
Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 meninjau tarif nonsubsidi setiap tiga bulan. Parameter yang disebut dalam rilis ESDM untuk penyesuaian itu meliputi kurs, Indonesian Crude Price, inflasi, dan Harga Batubara Acuan. Pada Triwulan III, rilis ESDM 30 Juni 2026 bahkan mengatakan formula bisa menghasilkan kenaikan, lalu pemerintah menahan tarif. Angka parameter Juni itu jangan ditempel ke Triwulan IV. Yang dipakai untuk Oktober sampai Desember adalah keputusan menahan tarif, bukan daftar kurs bulan Juni.

Angka rumah tangga yang sama di dua laporan
Beberapa baris rumah tangga muncul sama di Tribun 22 Oktober dan Kompas 19 Oktober. Rumah tangga subsidi 450 VA Rp415 per kWh. Subsidi 900 VA Rp605 per kWh. Rumah tangga mampu 900 VA, sering ditulis RTM, Rp1.352 per kWh. Daya 1.300 VA dan 2.200 VA Rp1.444,70 per kWh. Daya 3.500 sampai 5.500 VA dan 6.600 VA ke atas Rp1.699,53 per kWh. Artikel ini tidak menyalin golongan bisnis dan industri karena tidak semua barisnya sama lengkap di kedua berita. Untuk usaha, baca golongan di kontrak atau di tagihan.
Perhatikan 900 VA. Daya yang sama bisa subsidi atau RTM, dan harganya jauh berbeda: Rp605 lawan Rp1.352 per kWh. Memaksa tetangga “pindah ke tarif murah” lewat calo tidak mengubah golongan. Golongan tercatat di sistem PLN. Cek di PLN Mobile atau di lembar tagihan, lalu bandingkan dengan daya terpasang di meteran.
Prabayar dan pascabayar memakai tarif yang sama
Kompas menulis tarif per kWh berlaku untuk prabayar maupun pascabayar. Yang berbeda adalah cara bayar. Prabayar membeli token lebih dulu. Pascabayar membayar setelah pemakaian tercatat. Token Rp50.000 tidak sama dengan 50.000 dibagi tarif, karena struk bisa memuat komponen lain. Jangan menghitung kWh di grup lalu menuduh meteran rusak sebelum melihat rincian di aplikasi. Jika listrik padam, itu bukan perubahan tarif. Jalur cek pemadaman ada di mati listrik.

Diskon yang sedang berjalan juga bukan potongan tarif ini. Diskon listrik 50 persen memotong biaya tambah daya pada periode 22 Oktober sampai 4 November 2026, lewat PLN Mobile, untuk syarat yang sudah dijelaskan di artikel itu. kWh bulanan tidak ikut turun 50 persen. Menaikkan daya saat promo bisa membuat golongan tarif berubah. Hitung dulu apakah tagihan baru masih muat di daya beli rumah tangga.
Yang tidak boleh dicampur
- Tarif ditahan bukan berarti tagihan bulanan tetap. Tagihan mengikuti jumlah kWh yang terpakai.
- Harga BBM subsidi yang ditahan sampai akhir 2026, dibahas di harga BBM subsidi, tidak memotong token listrik.
- Tidak ada pencairan “kelebihan tarif” ke rekening. Pesan seperti itu masuk pola phishing.
- Evaluasi tiga bulanan bisa menghasilkan keputusan baru untuk 2027. Penahanan Oktober sampai Desember bukan janji selamanya.
Rilis ESDM 30 Juni yang mudah ditemukan di arsip kementerian adalah keputusan Triwulan III, Juli sampai September. Jangan mengutip kurs dan ICP di rilis itu sebagai dasar tagihan Oktober. Untuk Triwulan IV, sandaran artikel ini adalah laporan 22 Oktober dan 28 Oktober yang sama-sama mengatakan tarif tidak naik, plus baris rumah tangga yang cocok di dua media. Jika PLN menampilkan angka lain untuk ID pelanggan Anda, ikuti layar itu dan catat golongannya. Tabel di berita tidak mengenal meteran rumah Anda.
Langkah praktisnya singkat. Buka PLN Mobile, lihat daya dan golongan, lalu kalikan perkiraan pemakaian dengan tarif golongan itu hanya sebagai gambaran. Simpan struk token. Cabut alat yang tidak dipakai jika tagihan naik karena pemakaian, bukan karena berita kenaikan yang tidak diumumkan ESDM untuk sisa 2026.
Contoh hitung yang tetap harus dicek di aplikasi
Misalkan tagihan Anda golongan subsidi 900 VA dan pemakaian tercatat 100 kWh. Tarif yang sama di dua laporan adalah Rp605 per kWh, jadi gambaran kasarnya Rp60.500 sebelum komponen lain di struk. Jika ID yang sama ternyata RTM, tarif Rp1.352 membuat gambaran 100 kWh menjadi Rp135.200. Dua rumah dengan daya 900 VA bisa terpisah sejauh itu. Contoh ini hanya mengalikan angka yang sudah dikutip. Pajak, materai, atau sisa token tidak ada di tabel berita, jadi total di aplikasi yang dipakai.
Untuk 1.300 VA, 100 kWh pada tarif Rp1.444,70 memberi gambaran sekitar Rp144.470. Naik ke 3.500 VA tidak otomatis membuat tagihan sebesar itu jika pemakaian tetap kecil, tetapi tarif per kWh-nya lebih tinggi, Rp1.699,53. Promo tambah daya mengubah biaya penyambungan, bukan rumus ini. Sebelum menekan ubah daya, lihat golongan sekarang dan perkiraan kWh bulan lalu.
Triwulan berikutnya baru mulai Januari 2027. Sampai ESDM mengumumkan keputusan baru, berita “tarif naik besok” untuk sisa 2026 tidak sesuai dengan laporan 22 dan 28 Oktober. Simpan tangkapan golongan Anda, bukan tabel yang memotong 450 VA atau mencampur RTM dengan subsidi.